1.
Distribusi Normal
Distribusi
normal menggunakan variabel acak kontinu. Distribusi normal sering disebut DISTRIBUSI GAUSS. Distribusi ini
merupakan salah satu yang paling penting dan banyak digunakan. Distribusi ini
menyerupai BENTUK LONCENG (BELL SHAPE) dengan nilai rata-rata X
sebagai sumbu simetrisnya.
Variabel
acak kontinu x mempunyai fungsi densitas pada X = x dinyatakn dengan persamaan
:
Dengan :
p = Nila konstan yang
ditulis hingga 4 desimal p = 3,1316
e = Bilangan konstan, bila ditulis hingga 4
desimal, e = 2,7183
µ = Parameter, merupakan rata-rata untuk
distribusi
σ = Parameter, merupakan simpangan baku untuk
distibusi
Jika nilai x mempunyai btas nilai ⎼∞<x<∞,
maka dikatakan bahwa variabel acak X berdistribusi normal.
Sifat-sifat penting dari distribusi Normal adalah
:
·
Grafik selalu diatas sumbu-X (horisontal)
·
Bentuk simetris terhadap sumbu-Y pada X = µ
·
Mempunyai modus pada X = µ sebesar 0,3989/ σ
·
Grafik mendekati sumbu X pada X = µ-3 µ dan X = µ+3µ
·
Kurva normal digunakan sebagai acuan pengujian hipotesis jika ukuran
sempel n≥30
·
Luas daerah yang dibatasi oleh smbu-X dan kurva normal sama dengan satu
satuan luas
Untuk
tiap pasang μ dan σ, sifat-sifat di atas selalu dipenuhi, hanya bentuk kurvanya saja yang berlainan. Jika σ makin besar, kurvanya makin rendah (platikurtik) dan untuk σ makin kecil, kurvanya makin tinggi (leptokurtik).
u
untuk
megubah Distribusi Normal Umum menjadi Distribusi Normal Baku di gunakan rumus
:
Perubahan
grafik dapat dilihat dalam gambar berikut :
Fenomena
distribusi data normal :
• Kira-kira
68,27% dari kasus ada dalam daerah satu simpangan baku sekitar rata- rata, yaitu antara μ - σ dan μ + σ.
• Ada 95,45% dari kasus terletak dalam
daerah dua simpangan baku sekitar rata- rata,
yaitu antara μ - 2σ dan μ + 2σ.
• Hampir 99,73% dari kasus ada dalam daerah tiga
simpangan baku sekitar rata- rata,
yaitu antara μ - 3σ dan μ + 3σ.
Jenis bentuk kurva yang diakibatkan oleh
perbedaan rentangan nilai dan simpangan baku ada tiga macam:
1. Leptokurtik, merupakan bentuk kurva normal yang meruncing tinggi
karena perbedaan frekuensi pada skor-skor yang mendekati rata-rata sangat
kecil.
2.
Platykurtic, merupakan kurva normal yang mendatar rendah karena perbedaan
frekuensi pada skor-skor yang mendekati rata-rata sangat kecil.
3. Normal, merupakan bentuk kurva normal yang biasa, artinya
bentuknya merupakan bentuk antara leptokurtic dan platykurtic, karena
penyebaran skor biasa dan tidak terjadi kejutan-kejutan yang berati.
2.
Distribusi
F
Merupakan distribusi variabel
acak Kontinu. Fungsi densitasnya mempunyai persamaan :
Dimana :
F = Variabel acak yang memenuhi F>0
K = bilanan tetap yang harganya pada derajat kebebasan v1 dan
v2
V1 = Derajat
kebebasan antara varians rata-rata sampel (sebagai pembilang)
V2 = derajat kebebasan dalam keseluruhan sampel (sebagai
penyebut)
Luas dibawah kurva satu.
Daftar distribusi normal berisikan nilai-nilai F untuk peluang 0,01
dan 0,05 dengan
derajat kekebasan v1 dan v2. Peluang ini sama dengan luas daerah
ujung kanan yang
diarsir, sedangkan derajat kekebasan pembilang (v1 ) ada pada baris
paling atas dan
derajat kebebasan penyebut (v2) pada kolom paling kiri.
Notasi
lengkap untuk nilai-nilai F dari daftar distribusi F dengan peluang p dan dk = (v1,v2) adalah Fp(v1,v2). Demikianlah untuk contoh kita
didapat :
F0.05(24,8) = 3.12 dan F0,01(24,8 )= 5.28.
Meskipun daftar yang diberikan hanya untuk peluang p = 0.05 dan p =
0.01, tetapi sebenarnya masih bisa didapat nilai-nilai F dengan peluang 0,99
dan 0,95. Untuk ini digunakan hubungan :
Dalam rumus
diatas perhatikan antara p dan
(1- p) dan pertukaran antara derajat
kebebasan (v1, v2 ) menjadi (v2, v1).
3.
Distribusi T
Distribusi
dengan variabel acak kontinu lainnya selain dari distribusi normal ialah
DISTRIBUSI STUDENT ATAU DISTRIBUSI - t. Fungsi densitasnya adalah :
Berlaku
untuk harga-harga t yang memenuhi ⎼∞<t<∞ K
merupakan bilangan tetap yang besarnya bergantung pada n sedemikian sehingga
luas daerah di bawah kurva sama dengan satu unit.
Pada distribusi t ini terdapat bilangan (n-1)
yang dinamakan derajat kebebasan, akan disingkat dengan dk.
Bentuk kurva-t identik dengan bentuk kurva
normal, tetapi kurtosisnya ditentukan oleh besar kecilnya derajat kebebasan df.
Untuk n ≥ 30 pola distribusi t mendekati pola distribusi
normal.
Dalam tabel distribusi-t kolom paling kiri berisikan derajat
kebebasan (dk), baris teratas berisikan nilai peluang.
Gambar
dibawah ini merupakan grafik distribusi-t dengan dk = ( n – 1 ). Luas bagian
yang diarsir = p dan dibatasi paling kanan oleh tp.
Harga tp inilah yang dicari dari daftar
untuk pasangan dk dan
p yang diberikan.
Daftar pustaka
Irianto, Agus. 2008. Statistik
Konsep Dasar dan Aplikasinya. Jakarta: Kencana.
Hasan, Iqbal. 2006. Analisis
Data Penelitian dengan Statistik. Jakarta: Bumi Aksara.
Riduwan. Dasar-Dasar
Statistika. 2005. Bandung : Alfabeta.
Sudjana. 2002. Metoda
Statistika edisi ke 6. Bandung: Tarsito.
Tedjo N Raksonoatmodjo.
2009. Statistika Teknik. Jakarta : Refilka Aditama
























